Tinjauan Pustaka
Arthropoda merupakan phylum terbesar dari semua binatang
penyebab hama tumbuhan. Lebih dari 75% binatang – binatang yang kita kenal
termasuk didalamnya phylum ini, dan 990% diantaranya termasuk dalam kelaas
insecta (Hexapoda ± 67,5% dari total binatang). Cirri – cirri dari phylum
Arthropoda terdiri dari ruas – ruas (segment) yang dapat dibedakan dalam dua
atau tiga daerah (region), bentuk simetris bilateral, dan alat – alat
tambahannya (aspendik) juga bersegment dan berpasangan. Dua kelas penting
sebagai penyebab hama tumbuhan, yaitu kelas insect (Hexapoda) dan Arachnida
(Bambang, 2012).
Arthropoda merupakan hewan yang bemiliki kaki yang
beruas-ruas.Namun,tidak hanya kakinya yang beruas,badannyapun terdiri dari
segmen-segmen.Hewan ini tidak bertulang belakang.Dari filum arthropoda yang
berperan sebagai hama tanaman adalah dari kelas insect, dan arachnida. (Dropkin,1992).

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang
tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri,
atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan
memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan
beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Gangguan terhadap
tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak
seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan
dengan mengganggu proses– proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan
tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian
tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan
kematian.(Natawigena, Hidayat, 1993).
Anggota beberapa ordo dari klas Insekta dikenal sebagai
penyebab hama tanaman, namun ada beberapa yang bertindak sebagai musuh alami
hama (parasitoid dan predator) serta sebagai serangga penyerbuk. Secara umum
morfologi anggota klas Insekta ini adalah: Tubuh terdiri atas
ruas-ruas (segmen) dan terbagi dalam tiga daerah, yaitu caput, thorax dan
abdomen.Kaki tiga pasang, pada thorax.Antene satu pasang.Biasanya bersayap
dua pasang, namun ada yang hanya sepasang atau bahkan tidak bersayap sama
sekali (Pracaya, 1991).
Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang
mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara keduanya antara
lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan
rostumnya. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur
yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang
bersifat membranus. Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan
rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik
pada kepala maupun thoraxumumnya sama dengan anggota Hemiptera
(Sudarmo, 2000).
IV.Hasil Pengamatan
Belalang Kayu
Nama hama : Belalang Kayu (Dissostura sp)
Ordo :
Orthoptera
Filum :
Arthropoda
Keterangan Gambar :
1. Labium
2. Labrum
3. Maksilla
4. Mandibula
5. Antenna
Mata majemuk
|
Thrips
Nama hama : Thrips
Ordo : Hymenoptera
Filum :
Arthropoda
Keterangan Gambar :
1. Stylet
2. Pelpus maksilaris
3. Klipeus
4. Maksilla
Mandibula
|
Kupu-kupu
Nama hama : Kupu-kupa
Ordo :
Lepidoptera
Filum :
Arthropoda
Keterangan Gambar :
1. Maxilla
2. Labrum
3. Labial palo
4. Mata majemuk
5. Maxilla parpus
|
Kepik Hijau
Nama hama : Kepik Hijau (Nezara viridula L)
Ordo :
Hemitera
Filum :
Arthropoda
Kelas
: Insecta
Keterangan Gambar :
1. Antenna
2. Stylet
3. Kepala
4. Antena
|
Lalat Rumah
Nama hama : Lalat rumah ( Musca domestica Linn.)
Ordo
:
Diptera
Filum :
Arthropoda
Keterangan Gambar :
1. Mata majemuk
2. Mulut
3. Rostrum
4. Hypopharyng
5. Antena
6. Labium
|
Lebah
Nama hama : Lebah
Ordo : Hymenoptera
Filum : Arthropoda
Keterangan Gambar :
1. Stylet
2. Mata
3. Sayap
4. Kaki
|
V.Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa filum arthropoda memiliki alat
mulut yang beragam. Alat mulutnya berupa pengunyah, pencucuk-pengisap,
penjilat-pengisap, pengisap. Alat mulut serangga terdiri atas empat bagian,
yaitu labrum, mandibula, maxilla, dan labium. Dari bermacam-macam jenis
serangga, sesuai dengan cara memperoleh makanannya maka alat mulutnya mempunyai
struktur dan bentuk yang bermacam pula.
Belalang kayu memiliki type
mulut penggigit pengunyah dan memiliki sayap dua pasang, yaitu sayap depan
lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan
disebut tegmina. Tubuh serangga terdiri dari kepala, toraks dan
abdomen. Bagian kepala terdiri dari mata majemuk 2 buah, mata tunggal,
antenna yang berfungsi sebagai alat peraba, pencium dan perasa, alat mulut yang
secara umum terdiri dari labrum , labium, mandibula 2 buah, dan maksila 2 buah.
Bagian toraks terdiri atas protorax yang terdapat sepasang kaki. Mesothorax
terdapat sepasang kaki dan sepasang sayap, dan metathorax terdapat sepasang
kaki dan sepasang sayap. Bagian abdomen atau bagian perut berfungsi cukup
penting karena sebagaimana besar otot, jantung, dan organ reproduksi.
Thrips adalah jenis arthropoda
yang memiliki tipe alat mulut pemarut-pengisap yang dilengkapi flabelum sebagai
alat pengisapnya. Thrips memiliki sayap yang umumnya sayap depan lebih panjang
dari sayap belakangnya. Kepala thrips terdiri dari sepasang antena, mata facet
dan occeli. Thrips muda berwarna kuning dan dewasa berwarna kecoklatan.
Kupu-kupu merupakan
jenis arthropoda serangga yang memiliki alat mulut penghisap untuk memakan
makanannya tetapi larva memiliki tipe mulut penggigit. Pada kupu-kupu dewasa
alat mulutnya berupa probocis, mandibulu, dan palpus maxilaris.
Kepik hijau adalah
arthropoda yang memiliki alat mulut pencucuk-penghisap. Alat mulutnya terdiri
dari rostum yang dilengkapi dengan stylet sebagai alat pencucuk-penghisap. Sama
seperti thrips , kepik hijau memiliki sepasang antena, mata facet, dan ocelli.
Kepik hijau juga memiliki sayap seperti thrips yaitu sayap depan lebih panjang
dari sayap belakang.
Lalat rumah adalah
jenis serangga yang memiliki banyak tipe alat mulut yang beragam. Mulutnya
terdiri dari penjilat-penghisap, pencucuk-pengisap, atau hanya pengisap
saja. Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga
bagian, yaitubagian tengah yang berbentuk silindris (haustellum), bagian
pangkal disebut rostum, dan bagian ujung disebut labellum.
Lebah merupakan
sekelompok serangga yang memiliki bagian kepala terdiri dari sepasang antena,
facet, dan occeli dan mempunyai dua pasang sayap yang tipis serta lembut. Jenis
lebah ini ada yang bersifat sebagai penyerbuk dan adapula yang bersifat sebagai
predator. Alat mulutnya penggigit dan adapula yang penggigit-penghisap yang
dilengkapi flabellum sebagai alat penghisapnya.
Untuk mencegah adanya serangan hama ini adalah dengan cara pengendalian hama
secara ilmiah tetapi selalu berdasarkan aturan yang baik tanpa merusak
lingkungan yang ada di sekitarnya. Hama akan menyerang suatu tanaman karena
suatu lahan yang bukan pertanian beralih fungsi menjadi lahan pertanian
sehingga habitat yang ada sebelumnya menjadi terganggu. Dengan adanya
pengendalian yang dilakukan secara teratur dan selalu memperhatikan lingkungan
, maka akan tercipta suatu ekosistem yang baik dan sesuai yang diinginkan.
BAB VI
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
Arthropoda merupakan phylum terbesar dari semua binatang penyebab hama
tumbuhan. Penyebab hama tumbuhan yang paling penting adalah kelas Insekta
(Hexapoda) dan Arachnida. Setiap ordo memiliki tipe alat mulut yang berbeda
tergantung jenisnya dan cara memakannya. Belalang kayu memiliki type
mulut penggigit pengunyah dan memiliki sayap dua pasang.
Thrips memiliki tipe alat mulut pemarut-pengisap yang dilengkapi flabelum
sebagai alat pengisapnya. Kupu-kupu memiliki alat mulut penghisap untuk memakan
makanannya tetapi larva memiliki tipe mulut penggigit. Kepik hijau yang
memiliki alat mulut pencucuk-penghisap yang terdiri dari rostum dan stylet.
Lalat rumah memiliki banyak tipe alat mulut yang beragam. Mulutnya terdiri dari
penjilat-penghisap, pencucuk-pengisap, atau hanya pengisap saja. Lebah mulutnya
penggigit dan adapula yang penggigit-penghisap yang dilengkapi flabellum
sebagai alat penghisapnya. Untuk mencegah adanya serangan hama ini adalah
dengan cara pengendalian hama secara ilmiah tetapi selalu berdasarkan aturan yang
baik tanpa merusak lingkungan yang ada di sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Dropkin, victor. 1992. Pengantar nematologi tumbuhan.
Yogyakarta: Gadja mada university press.
Natawigena, Hidayat, 1993.Dasar Dasar Perlindungan Tanaman. Bandung
: Trigenda Karya
Pracaya, 1991. Hama dan Penyakit Tanaman. Salatiga : Penebar
Swadaya
Purnomo, B..2012. Penuntun Praktikum
Dasar –Dasar Perlindungan Tanaman. Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman.
Bengkulu
Sudarmo. 2000. Pengendalian Serangga Hama. Kanisius,
Yogyakarta
1 comment:
CASINOS in the area | Microgaming casinos, casinos and more
Goyang Hotel & Casino is 호반 그래프 one 에볼루션바카라 of the leading providers of entertainment in South Africa, with its range of table 코인갤 games, slots, yesbet88 video poker, 1xbet bingo,
Post a Comment